
MUI Anggap Ivan Cari Sensasi
FRIDAY, 31 JULY 2009
Views : 26
Favoured : None
Minta Pengaku Isa Almasih Diamankan
CIREBON - Pengakuan warga Permata Harjamukti, Ivan Santoso (43), sebagai Isa Almasih telah meresahkan. Demikian diungkapkan Ketua MUI Kota Cirebon, KH Mahfudz Bakrie, ketika dimintai keterangan oleh Radar, Kamis (30/7).
Mahfudz menjelaskan bila umat Islam sepakat Nabi Isa AS adalah nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, yang pada akhir zaman memang akan kembali turun ke bumi untuk memberantas segala kezaliman, termasuk menghancurkan Dajal.
“Namun turunnya Nabi Isa tidak serta merta begitu saja. Melainkan melalui sederetan proses dan tanda, yang secara umum kerusakan moral di atas muka bumi telah benar-benar terjadi. Sekarang kan kita tahu pengajian dimana-mana masih ada, di televisi pun ceramah agama masih disiarkan, jadi kerusakan belum parah terjadi. Masih ada yang mau saling mengingatkan,” katanya.
Terkait pengakuan Ivan warga Permata Harjamukti Kota Cirebon sebagai Isa Almasih yang diutus Tuhan turun ke bumi, Mahfudz menyebutkan pengakuan tersebut sesat dan telah menyimpang. “MUI minta kepolisian segera bertindak tegas mengamankan Ivan, karena jelas pengakuan itu telah meresahkan. Polisi jangan membiarkan persoalan ini berlarut-larut,” tandasnya.
Apa pandangan Mahfudz tentang pengakuan Ivan? Mahfudz mengungkapkan Ivan hanya mencari sensasi, dan seperti kasus pengakuan utusan Tuhan yang dilakukan pihak lainnya, semua berawal dari keputusasaan dan rasa frustasi.
“Semua yang mengaku utusan Tuhan, baik sebagai Nabi maupun titisan Jibril, adalah orang-orang yang cari ketenaran saja. Mereka biasanya gagal meraih apa yang dicita-citakan, jadi cari sensasi saja,” ujarnya seraya menyebutkan kasus pengakuan sebagai Nabi Isa di Cirebon, baru pertama kali didengar.
Menanggapi persoalan ini, Kapolresta AKBP Ir Ary Laksmana Wijaya melalui Wakapolresta Kompol Indarto SIK SSos MSi menjelaskan sesuai informasi yang diperoleh jajarannya di lapangan, orangtua Ivan menyatakan bila anaknya memang kurang waras. Dalam keadaan tertentu bisa normal, namun bisa juga menuju titik ekstrim dengan mengungkapkan pengetahuan agama yang dipahaminya sebatas versi dirinya pribadi.
“Ivan tidak bisa menerima, bila diberi masukan tentang pengetahuan agama dari orang lain. Ia hanya memahami mutlak versi dia sendiri. Dan yang terpenting dia tidak memiliki anggota,” terang Indarto.
Saat ini anggota kepolisian, lanjutnya, masih menjaring berbagai laporan dari masyaralat sekitar seandainya ada yang merasa dirugikan dengan perilaku menyimpang Ivan. “Sejauh ini kami belum menerima komplain apa-apa dari warga sekitar tempat tinggal Ivan. Tokoh agama setempat pun sudah menganggap Ivan kurang waras, jadi membiarkan saja,” ujarnya.
Terkait permintaan MUI agar kepolisian bertindak tegas, Indarto menyebutkan bila kemudian pengakuan Ivan sebagai Isa Almasih tetap disebarluaskan dan telah benar-benar meresahkan masyarakat, maka pihaknya akan mengambil tindakan persuasif, sebelum menjerat dengan pasal penodaan terhadap agama. (ron)
By masud an ELHA
0 komentar:
Poskan Komentar