Pesta pencontrengan sudah selesai. SBY-Boediono hampir bisa dipastikan memenangi kursi istana. Bagaimana setelah menang? Para parpol pendukung mulai berbicara jatah kursi yang akan menjadi kompensasi dukungan yang mereka berikan.
PKS dan PKB, dua di antara lima partai utama yang mendukung, secara terbuka mulai membicarakan sharing dalam kabinet mendatang itu. Mereka merasa berhak mendapat jatah kursi yang lebih banyak daripada periode 2004-2009.
''Pak SBY pasti paham itu,'' kata Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (9/7).
Dia beralasan, koalisi di kabinet berkaitan dengan kontribusi kekuatan di parlemen. Saat PKS menguasai 45 kursi DPR periode 2004-2009, mereka diberi jatah tiga kursi menteri.
''Ketika jumlah itu bertambah menjadi 57 kursi DPR periode 2009-2014, logika politiknya, pos-pos kementerian juga harus bertambah,'' ujar Mahfudz.
Apalagi, imbuh dia, dukungan PKS solid tidak terpecah-pecah. Mesin politik partai juga bekerja maksimal.
Mahfudz juga mengingatkan adanya komitmen di internal koalisi untuk bersama-sama membicarakan power sharing di kabinet. ''Tentunya dengan keputusan akhir tetap ada di tangan SBY,'' ujar politikus yang juga ketua FPKS di DPR tersebut.
Beberapa nama kader PKS yang layak di kabinet pernah muncul ke permukaan. Sumber di PKS pun menyebut nama seperti Hidayat Nur Wahid (anggota dewan syura) dan Tifatul Sembiring (presiden PKS) termasuk yang diunggulkan. Ada juga nama lain seperti Saleh Aljufri, Dubes RI di Arab Saudi.
PKB juga memiliki harapan yang sama agar jatahnya di kabinet lebih banyak daripada periode ini. Meski, realitanya, kursi di DPR menurun dari 52 kursi pada 2004-2009 menjadi 27 kursi untuk DPR periode 2009-2014. ''Harapannya memang lebih dari periode lalu,'' kata Wakil Ketua Umum DPP PKB Nursyahbani Katjasungkana. Di kabinet SBY sekarang, PKB mendapat jatah dua kursi menteri.
Mengapa berharap lebih banyak saat kontribusi kursinya menurun? Dia menuturkan, PKB merupakan parpol pertama yang menyatakan siap berkoalisi dengan Partai Demokrat dan mendukung pencapresan kembali SBY.
''Kami yang duluan dan tidak ganti-ganti ke lain hati,'' katanya lantas tertawa. ''Tapi, tetap pada akhirnya itu hak prerogatif presiden. SBY pasti tahu yang terbaik,'' ujarnya.
Nursyahbani menyebutkan sejumlah kader PKB yang dinilai layak menjadi menteri. Di antaranya, Muhaimin Iskandar (Ketum), Lukman Edy (Sekjen), dan Helmy Faisal (Wasekjen). Bagaimana dengan Erman Soeparno yang kini menjabat Menakertrans? ''Oh, mungkin kami beri kesempatan kepada yang muda saja,'' ungkapnya.
Bila PKS dan PKB cukup terbuka, PPP dan PAN masih malu-malu kucing. Saat ini, kedua partai tersebut mendapat jatah dua kursi menteri. Tapi, dalam Pemilu 2009 ini, kursi PPP dan PAN di DPR juga menurun. Kalau PPP berkurang dari 58 kursi menjadi 37 kursi, PAN turun dari 53 kursi menjadi 43 kursi.
JAWA POS JUM'AT 10 JULI 2009
WARNINGS
-
Hello Kawan - Kawan Saya Punya Info Bagus
Bila kamu merasa jago bermain Sepak Bola tidak ada salahnya untuk mencoba
Arena pertandingan berikut:
OPEN TOUR...
2 tahun yang lalu
0 komentar:
Poskan Komentar